Transaksi Eksperimen Pembuatan Produk Baru (part 1)

Sore hari itu ketika saya berkunjung sebentar di kantor PMPO, tepatnya sekitar jam 16.00-an.. saya melihat teman-teman dari kantor PMPO sedang melakukan aktifitas eksperimen pembuatan minyak telon Bidara dengan mencium dan merasakan kehangatan beberapa sampel yang telah mereka buat.

Kemudian saya berfikir: bagaimana transaksi akuntansinya dan transaksi di sistem Accurate-nya ya..?

Tiba-tiba baru ingat akan adanya modul yang sepintas pernah saya ucapkan pda waktu rapat akuntansi sebelumnya yaitu tentang modul Job Costing… ya modul Job Costing sepertinya sering dengar namun belum pernah dipraktikkan sebelumnya karena awalnya saya mengira di AG kan sudah memakai modul pabrikasi yang ada BOM-nya, jadi seakan modul Job Costing ga kepake. Namun ternyata modul pabrikasi sederhana semisal modul Job Costing ini ternyata bisa efektif digunakan untuk pembuatan produk-produk yang sifatnya pesanan alias tidak rutin dibuat alias sekali-kali, jadi untuk kegiatan eksperimen pembuatan produk baru ini kayaknya cocok.

Berikut penjelasannya..

  • Ketika ingin eksperimen membuat produk baru pastinya bagian R&D (teman-teman PMPO) mmebutuhkan bahan baku dan bahan kemas. Bahan baku dan bahan kemas itu biasanya diperoleh dari divisi Gudang atau Divisi Pembelian atau Gudang Unit atau terkadang juga beli sendiri … (sangat tidak disarankan, kecuali ….. Divisi Pembelian tidak mampu menyediakannya).
  • Sampai tahap ini pihak R&D mengajukan bahan-bahan yang dibutuhkan tersebut ke pihak-pihak yang mampu menyediakannya. Kemudian pihak-pihak tersebut (pihak yang mampu menyediakan bahan-bahan tersebut) mengirim bahan-bahan tersebut ke gudang R&D (gudang fiktif ya…. intinya yang penting tidak dicampur dengan lainnya).
  • Klo sudah dikirim ke gudang R&D berarti sudah ada transaksi kirim barang (ke gudang R&D) di Accurate oleh pihak yang mengirimkan barang tersebut (kecuali gudang unit dibantu PPIC utk inputnya).
  • Kemduian ketika terjadi aktifitas eksperimen, pihak R&D membuat form Job Costing dan memasukkan bahan-bahan yang telah digunakan untuk keperluan eksperimen (ingat ya : bahan yang telah digunakan) di form tersebut.
  • Selain bahan baku, bahan kemas dan bahan pendukung ada juga biaya konversi dan BOP (Biaya Overhead pabrik) yang perlu dimasukkan ke dlaam form.
  • Setelah selesai aktifitas eksperimen pembuatan produk baru dan menghasulkan suatu produk yang diinginkan, maka tutup eksperimen tersebut dengan menginputnya ke Accurate dengan memakai modul roll over (penyelesaian pesanan).
  • Arahkan tipe penyelesaian ke to Acount (akun Biaya Eksperimen Produk Baru).
  • Bahan-bahan sisa dikembalikan atau disimpan di gudang unit dengan meng-input transaksi kirim barang ke gudang penyimpanan (gudnag unit).
  • Selesai.. adapun rincian dan bagaimana cara melacak dan menghapusnya jika kelak ada kesalahan input? in-syaa Allah akan dibahas di lain kesempatan.

— bersambung —

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan